Oppo N1 Mini (N5116) – Apa Saja Yang Diminikan

Strategi Oppo dalam hal produk cukup sederhana, antara lain mengikut para pembuat ponsel dan tablet terkemuka dunia yang sudah ada, sembari melakukan inovasi yang memberi nilai tambah atau pembeda. Salah satu strategi yang “diekori” oleh Oppo adalah kegemaran membuat seri mini dari versi yang cukup laris di pasar. Setelah membuat Oppo Find 5 versi mini, kini di meja SINYAL juga teronggok Oppo N1 Mini alias N5116 warna putih beraksen emas. Ada dua dugaan yang mengemuka terhadap fenomena pembuatan versi mini. Pertama, memang produk yang diedarkan sebelumnya laku bak kacang goreng sehingga dibuatkan sekuel yang lebih murah. Atau kedua, justru produk sebelumnya tak begitu berhasil akibat “over- 1 spek” alias spesifi kasinya terlalu tinggi sehingga kurang terjangkau sehingga dibuatkan versi terjangkaunya. Silakan nilai sendiri.

Untuk mainkan game terbaru,anda butuh informasi terupdate tentang smartphone terbaru. Teknorus hadir untuk menjadi bahan bacaan anda.

Desain Seperti N1 sebelumnya, N1 mini juga didaulat untuk tetap setia dengan kamera putarnya. Tetap “depan bisa, belakang bisa”. Jika ada yang belum tahu seperti apa “kamera putar” milik N1, maka bentuknya adalah seperti sebuah ayunan yang bisa diayun sampai 207 derajat. Secara default, kamera akan menghadap ke belakang sebagaimana kamera utama pada ponsel. Namun bidang kamera tersebut memiliki poros yang membuatnya bisa diputar menjadi mengarah ke depan alias ke muka kita. Otomatis, kamera tersebut langsung berpindah status menjadi kamera layaknya sekunder. Otomatis pula, kita bak mendapatkan kamera sekunder yang kualitasnya sama dengan kamera utama. Ya, Oppo tahu apa yang Anda pikirkan selfi e menjadi lebih bergengsi. Tentu saja, “minimalisasi” lainnya adalah dalam soal dimensi.

Jika N1 “normal” memiliki dimensi 170,7 x 82,6 x 9 mm, maka N1 mini disusutkan menjadi 148,4 x 72,2 x 9,2 mm. Panjangnya susut 2,2 centimeter, lebarnya susut 1 centimeter, dan tebalnya susut, eh, justru membengkak 2 milimeter. Layar yang dulu 5,9 inch juga menciut menjadi hanya 5 inch. Bisa jadi, layar yang menjadi lebih menciut ini justru merupakan layar yang ditunggu-tunggu karena dapat digenggam dengan lebih nyaman, tidak nanggung seperti N1. Sebagai buntutnya, bobot juga berkurang banyak, dari 213 gram menjadi hanya 151 gram. Enteng! Seenteng rupiah yang harus disiapkan yang ikut dipangkas menjadi hanya 5 juta rupiah.

Selisih sekitar 2 juta rupiah lebih murah dibanding harga N1 ketika diluncurkan. Kinerja Berbeda dengan pendahulunya yang mengusung prosesor Snapdragon 600 dengan clock speed 1,7GHz, N1 Mini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 400 dengan clock speed 1,6GHz. Untuk memainkan game besar seperti yang SINYAL mainkan untuk N1 lama, yaitu Dungeon Hunter 4, kinerjanya masih oke. Untuk main game tersebut, secara “feel” tidak berbeda jauh, meskipun tool untuk benchmark AnTuTu menengarai perbedaan skor yang cukup signifi kan. Tentu ini adalah konsekuensi logis dari “down spec”.

Antutu memberi skor 21508, turun sekitar 4000 poin dari N1 reguler. Nenamark2 juga “mengganjar down-spec” dengan “down-score” 2,5 poin, dari 60,9 menjadi 58,4fps. Sedangkan Quadrant justru mengapresiasi dengan memberi skor yang lebih tinggi untuk N1 Mini dengan angka 11102, lebih tinggi sekitar 2000 poin dari pengujian SINYAL untuk N1 reguler.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *