Apa Saja Bahan Penutup Atap

Ada bermacam-macam bahan penutup atap. Misalnya bahan yang umum digunakan saat ini seperti atap beton, gent ng beton, genting keramik, bitumen, aluminium, dan metal. Masing-masing bahan tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, Anda harus mengenal dahulu karakteristik bahan atap yang sesuai kebutuhan.

Jenis atap Karakteristik

Beton

  • Hampir tidak memerlukan perawatan, jika pengerjaannya benar. • Struktur kuat dan tahan bocor. • Bisa difungsikan sebagai lantai tambahan. • Bobotnya berat, maka diperlukan struktur bangunan yang kuat. • Relatif lebih mahal dari bahan atap lain. • Cukup sulit diperbaiki jika sudah terjadi bocor.

Genting Beton

  • Bobot relatif ringan (4–4,2kg per keping). • Ukurannya besar, sehingga penggunaan rangka atap lebih efisien. • Banyak pilihan model guratan, karena tidak melalui proses pembakaran. • Relatif mudah retak dan bocor ketika diinjak, karena tidak melalui pembakaran. • Warna mudah pudar.

Genting Keramik

  • Kuat dan awet, karena bahan tanah liat melalui pembakaran pada suhu tinggi. • Warna lebih tahan lama, karena pewarnaan dilakukan sebelum dibakar. • Aksesori lengkap. • Memantulkan panas.

Bitumen

  • Ringan dan lentur, hingga mudah dibentuk dan tidak terlalu membebani struktur bangunan. • Kuat dan tidak mudah pecah, karena mengandung aspal yang dipanaskan dengan suhu tinggi.

Metal

  • Bobot ringan (2,5kg/m2), beban yang ditopang struktur bangunan pun jadi ringan. • Biaya relatif lebih murah, karena bobotnya yang ringan membuat penggunaan rangka atap lebih efisien. • Rentan terhadap angin.

Tips Jika sudah terlanjur

Setelah mengetahui cara mendesain atap yang baik, mungkin Anda merasa telah terlanjur melakukan kesalahan. Jangan khawatir. Berikut beberapa tip untuk mensiasat kesalahan desain pada atap Anda.

  • Pada atap yang terlalu landai hingga menimbulkan bocor, Anda bisa memberikan lembaran zincalum di lapisan bawah genting. Jika memungkinkan, gantilah material penutup atap dengan yang memiliki derajat kemiringan lebih landai.
  • Jika teritisan kurang panjang hingga menyebabkan tampias, Anda bisa menambahkan panjang teritisan menjadi ukuran ideal, yaitu 80–100cm.
  • Jika terjadi bocor pada bubungan, periksalah kemungkinan ada genting yang kurang rapat di bagian ini. Jika terjadi keretakan pada bubungan, gunakan lapisan plastik tebal untuk menutup celah bubungan yang masih terlalu lebar, sebelum diberi adukan semen. Untuk hasil yang lebih baik, tambahkan pula cat pelapis antibocor.

Agar kenyamanan rumah tetap terjaga perlu adanya sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan. Harga genset yang murah bisa dibeli melalui Distributor jual genset 500 Kva Surabaya yang memberikan harga diskon dan bergaransi.

Masa Depan Indonesia ada di Sektor Pertanian

Masa Depan Indonesia ada di Sektor Pertanian – Bekerja di bidang pertanian me – rupakan keinginan terpendam Nabil Chinniah sejak kecil. Pria yang akrab disapa Nabil itu ju – ga tidak melihat profesi petani atau dunia pertanian identik dengan ke – mis kinan. “Saya pikir kemiskinan tidak ber – kaitan dengan pertanian. Ada lebih dari cukup produksi pangan di dunia,” ung – kapnya. Sejak muda, President Director Neovia Indonesia itu memiliki passion (keinginan kuat) untuk memastikan pangan harus aman tersedia. Bahkan Nabil meyakini, tu – lang punggung suatu negara adalah perta nian, termasuk Indonesia. Mengapa pria asal Negeri Jiran Malaysia ini begitu teguh meyakini masa depan In – do nesia ada di sektor pertanian? Mari si – mak penuturan lengkapnya kepada AGRINA.

Masa Depan di Pertanian

Dalam pandangan Nabil, semua negara kaya seperti Amerika, Kanada, Australia, Eropa, hingga China dan India menggan – tungkan hidup pada sektor pertanian. Ame rika terkenal sebagai produsen uta – ma kedelai dan jagung dunia, sedangkan Kanada beken dengan produksi gandum atau biji-bijian dan minyak nabati. China selain sebagai produsen jagung kedua dunia juga tercatat sebagai peng – hasil kedelai terbesar keempat dunia dan produsen kapas dunia di bawah India. Sementara, India sebagai negara kelima penghasil kedelai dunia juga sukses men – jadi pengekspor utama kapas dunia. “Tu – lang punggung setiap negara adalah per – tanian. Indonesia harus memastikan masa depan negara ini adalah pertanian. Kare – na, semua negara kaya di dunia mengan – dalkan agriculture (pertanian),” tandasnya. Bisnis pertanian sangat penting bagi masa depan bangsa Indonesia.

Sebab itulah Nabil meminta pemerintah fokus memajukan sektor pertanian. Jika menilik produksi pertanian, ungkapnya, lebih ba – nyak makanan yang diproduksi daripada dikonsumsi sehingga kerap terbuang. Sementara, industri hilir atau pascapanen belum banyak berkembang. “Seperti In – donesia, jagung yang diproduksi itu ba – nyak menghilang sebab pascapanennya belum sempurna,” lontarnya. Meski begitu, Nabil menangkap hal menarik selama membangun karir di Indonesia, yaitu banyak peternak kecil yang memelihara ayam petelur kurang dari 10 ribu ekor dan sukses. “Mak – na nya, semua orang di sini memi – liki peluang untuk memelihara ayam petelur. Itu sangat penting. Bukan ha – nya pabrik besar yang bisa. Ini se – mua orang bisa, itu sa ngat bagus,” seru – nya takjub.

Bisnis Spektrum Luas

Sebelum terjun dalam industri peternakan, Nabil cukup lama bergelut di bidang pertanian. Sarjana Pertanian bidang Agro nomi dari University of the Philippines ini mulanya bekerja menangani komoditas pertanian dan pertambangan garam milik Cargill. Di perusahaan asal negeri Paman Sam itu ia berkenalan dengan industri peternakan, khususnya imbuhan pakan. Kiprahnya selama 20 tahun di Cargill lan – tas mengantarkan pria kelahiran Malaka, Malaysia 5 Januari 1973 ini berkeliling ne – gara dari Singapura, Belanda, Indonesia, dan Amerika. Selepas itu Nabil melanj ut – kan karir ke Trouw Nutrition – Nutreco, perusahaan multinasional asal Belanda yang bergerak di bidang imbuhan pakan, hingga Desember 2017. Kemudian, ia bergabung dengan Neovia, perusahaan asal Perancis pada Januari 2018 sebagai President Director.

Nabil menuturkan, keputusannya bergabung di Neovia lantaran perusahaan ini memiliki spektrum bisnis yang luas sebagai penyedia solusi nutrisi dan kesehatan ternak. Mulai dari pe nye – diaan pakan ternak, imbuhan pakan, analisis laboratorium, hing – ga jasa konsultasi untuk pelanggan. “Jadi, ada banyak opsi untuk mem – bantu pelanggan lebih sukses,” ung – kap nya. Di dunia, menu – rut pria berusia 45 tahun itu, tidak ba – nyak per usa haan berspektrum luas seperti Neo via. Umumnya per usa – ha an hanya berge – rak di satu bidang, seperti analisis pa – kan atau miko tok – sin. “Kita bisa buat semua karena kita pakan lengkap, solusi nutrisi dan kesehat an. Itu yang menarik saya masuk ke Neovia,” ucapnya blakblakan. Agar lebih jeli melihat solusi yang bisa ditawarkan ke pasar, Nabil memfokuskan pengembangan perusa haan dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Karyawan Neovia Indonesia khususnya, secara rutin mengikuti pelatihan di berbagai negara, seperti Brasil, Amerika, Perancis, Vietnam, dan Filipina untuk meningkatkan penge – tahuan, keilmuwan, dan ketrampilan.

“Ini yang penting untuk memperkuat kualitas mereka ketika bekerja,” tegasnya. Posisi penting perusahaan juga dipegang kar – ya wan Indonesia, seperti Kepala bagian SDM, keuangan, dan operasional. Selain itu, Nabil mengevaluasi cara per – usahaan berkomunikasi dengan publik, termasuk pelanggan dan pemerintah. Tu – juannya, publik paham tindakan perusa – haan dalam membantu menaikkan kua li – tas makanan di Indonesia. Ia mengung – kap, 67% penduduk Indonesia umurnya kurang dari 30 tahun yang berarti melek teknologi dan keamanan pangan. “Tugas kita membantu menaikkan mutu ma kan – an dan pakan di Indonesia. Kalau pakan dan makanan aman, untuk manusia itu juga aman,” jelasnya.

Pengalaman Terbaik

Nabil mengaku menghadapi sejumlah tantangan ketika beralih dari bidang per – tanian ke peternakan. Ada perbedaan besar yang ditemukan pada kedua bidang dan mengharuskannya banyak belajar agar lebih memahami industri peter nak – an. “Tantangan utamanya adalah mema – hami siklus hidup ternak dan melihat apa yang penting untuk menjaga kesehatan ternak dan keamanannya,” kata dia. Namun itu tak jadi masalah lantaran ia me miliki passion untuk mempelajari in – dustri peternakan. “Sebab kalau hanya komoditas, tidak sustainable (berkelan – jutan).

Nantinya, imbuhan pakan menam – bah nilai di pasar. Jadi, saya sangat senang bergabung di industri ini,” ulasnya ceria. Nabil pun merasa sangat bahagia ketika ada pelanggan datang dan berterima kasih serta merasa puas atas pelayanan yang diberikan. “Dengan kata lain, kamu memberikan saya kualitas yang sangat bagus dan sangat stabil. Itu yang penting untuk saya,” kata pria yang menyebut kepuasan pelanggan sebagai pengalam – an terbaik dalam berkarir. Kurang-lebih 16 tahun tinggal dan be – kerja di Indonesia, Nabil dan keluarga kecilnya merasa betah dan diterima de – ngan baik. “Kebanyakan teman kita di sini orang Indonesia. So, kita suka dengan Indonesia.

Mereka sangat ramah, hangat, menerima, dan bagi kami, khususnya keluarga saya sangat nyaman tinggal di Indonesia,” kata ayah dua anak itu. Pria yang menggemari olah raga renang dan lari ini menemukan banyak hal menarik di Indonesia, terutama soal makanan. Nabil sangat menikmati makanan khas Indonesia ber – nama gado-gado. “Setiap minggu saya makan gadogado. Saya suka rasanya dan saya pikir itu juga cukup me nye – hatkan,” ce – plosnya. Selain itu, Na bil dan anak lelaki s u l u n g n y a menjadikan bakso se – bagai ma – kan an fa – vorit. “Ke ma – napun saya per gi, saya ha – rus mencoba bak so. Anak lelaki saya, sekarang kuliah di Australia, setiap kali pulang dari bandara ke rumah, saya bawa dia makan bakso dulu. Itu yang paling penting, ma – kan bakso,” tukas pria yang kerap menghabiskan akhir pekan dengan nonton atau makan-makan bersama keluarga itu sambil tertawa lepas.